Thursday, June 19, 2008
Kabarkanlah...^_^
Hitungan ukur pun tak mampu kupakai untuk mewakili betapa nikmat itu tak terhingga, saat ego diri menyerobot KesombongaNya - karena hanya DIA yang layak memakai baju kesombongan itu- hanya sebentuk kepasrahan diri, akan sempurnanya kekurangan ini, sungguh aku mohon perlindungan dari keburukan perbuatanku.
Maka tentang kebaikan TuhanMu, kabarkanlah. Sampai waktu ini, detik ini aku sangat senang sekali bisa mendapati kesempatan disini, mengabarkan kebaikan Tuhan ^_^
(inspirasi pagi yang selalu bergelayut manja di benak ini)
Wednesday, June 18, 2008
Engkau lebih tahu
Hening, senyap mulai menghiasai diri. Kemana diri kan berlari? Jika hanya hampa yang menguasai diri? Rasanya mau nangis sejadi-jadinya betapa semua datang menghimpit kebebasan diri. Lapangkanlah hati dan langkahku Rabb ^_^
Sunday, June 15, 2008
Kenangan bersamamu...^_^
Hanya segudang airmata yang hadir
tuk segudang rasa rindu yang membuncah
tuk seluas samudera kasihmu yang kudamba
seperti dulu...
Mengenangmu...
Hanya sedih yang hadir
tuk bakti yang belum bisa kuberikan sepenuhnya
di saat sisa usia yang DIA berikan untukmu
akankah tanpamu kini bisa kujalani ini?
Bersamamu...
sejuta kenangan manis telah tercipta
satu persatu hadir dalam bayangan kini
lagi-lagi hanya tangis yang ada
tuk asa yang tak lagi mampu kugapai saat masih bersamamu
Akankah kini...
jiwamu hadir kembali menguatkan ku seperti dulu
saat dukunganmu begitu hangat membelai ingatanku
lagi-lagi aku hanya mampu berurai airmata kerinduan
akanmu...
sosokmu yang hangat
pun yang tak pernah mengeluh atau menunda memenuhi segudang pinta yang kuajukan
kerut di wajahmu dan lelahmu pun tak kau tampakkan untuk alasan itu
kini...
aku rindu hadirmu
Akhirnya...
untuk sebuah asa yang belum sempat kutunaikan
akan kutempa diri untukmu
akan ku coba diri menjadi kebanggaanmu
meski harus jatuh-bangun karena kesempurnaan kekuranganku
untuk sebuah senyummu di sana
ayah...
aku rindu...
semua kenangan bersamamu..
@ ayah terimakasih, nanda haturkan kepadamu yang telah mendidik, membesarkanku bersama ibu...
Thursday, June 12, 2008
Sabar itu...
Sabar itu sendiri adalah sebuah kata penempatan yang mulia dengan tidak ada batasnya. Akan salah apabila orang mengatakan, "sabar ku ada batasnya niy". Mengingat tawaran pahala atas kesabaran itu memang tidak ada batasnya juga. Menyabarkan diri dalam suasana yang memungkinkan sebuah perdebatan/perlawanan berkepanjangan hanya akan membuang energi dan bukan malah "membuat tinggi kedudukan" seseorang. Memang sangat di perlukan sebuah perjuangan mencapai level sabar ini, menahan emosional, egoisme pribadi yang meraja diri untuk sekedar meredam gejolak yang bisa jadi bergejolak. So...berjuanglah diri ^_^
Thursday, May 29, 2008
Seberapa dekat
Seberapa dekatkah
Hitungan jarak yang ada
Hitungan waktu tempuh yang slama ini terjalani
Hitungan beban yang slama ini ada di pundak kita
Hitungan alasan untuk sebuah janji yang sempat kau tawarkan
Hitungan masa usia yang tidak tahu sampai kapan masih ditangguhkan oleh pemiliknya untuk di ambil kembali
Hitungan cc udara yang masih dapat dinikmati cuma-cuma karena kasihNya
Akhirnya seberapa dekatkah kita untuk menundukkan hati terucap syukur untukNya?
Seberapa dekatkah
Masa yang tertempuh dalam rentang waktu yang entah sampai kapan diberi
Yang telah tercurah untuk sesama
Yang telah terpakai nafas ini untuk senantiasa basah dengan tafakur padaNya
Seberapa dekatkah
Teman yang sempat mampir lalu terlempar sungging senyumnya untuk uluran silaturahmi ini
Keangkuhan diri untuk melawan segala bisikan yang menyesatkan
Pun segala ketidak berdayaan diri dari tiupan kemaksiatan yang tidak sadar kita tempuh jalurnya
Akhirnya seberapa dekatkah kita mau menghitung semua kalkulasi untuk bekalan nanti?
Seberapa dekatkah
Aku mampu membelokkan arah yang telah terbelok
Aku yang tersesat dalam kefanaan syurgawi yang menipu
Aku yang hampa tanpaMu telah membunuhku dalam sebuah kesendirian yang lemah
Pun ku tertunduk memelas belas kasihMu, dalam samudera kelapangan hati dalam permohonan munajat yang kupinta
Aku terlena dengan segala kelemahanku untuk bisa kuhaturkan hanya padaMu dalam rengkuhan KeperkasaanMu
Dalam segala rupa yang kupinta
Untukku Kau berikan sgala rasa laksana adn yang dirindu...Amien
Menteng, Jak-Pus
Jum’at 30/05/2008 Pk.00.43 wibb
Wednesday, May 28, 2008
Trimakasih Hadiahnya ^_^
Mentari yang slalu menerangi bumi tanpa ingkar
Untuk slalu datang di pagi cerah dan kembali ke peraduannya kala senja menjelang
Trimaksih hadiahnya ^_^
Stamboel Rinduku
Rinduku yang kian menggelegakPada kenangan lama yang mencetak biru diriku
Pada rasa yang terbenam indah dalam kesan
Pada perjalanan hidup yang mengharu biru
Pada segala suasana yang menenangkan jiwa
Pada sejuk temaram belaian sayang dan harapan
Pada lembutnya kasih yang merona sanubariku
ALLAH….
Dahulu Kau titipkan diriku padanya
Kini ku titipkan mereka pada Mu
Meski rasa tak pantas ku meminta pada Mu
Hanya kebajikan yang pernah kulakukan sebagai garansi titip pada Mu
Segala daya kebaikan yang pernah kulakukan
Adalah bekas-bekas sentuhan yang mereka tanamkan padaku
Kumohon dan kuharap dengan segala kerendahan diriku
Jadikanlah itu penambah kebajikannya agar Kau sayangi mereka
Dititik kehidupan ini
Rinduku yang terpendam dalam pada kedua ayah ibuku
Memuncak dan membuncah menjadi sebuah asa
Kumpulkan kami semua dalam syurga Mu….
Ayah…Ibu
Aku rindu padamu
Rindu pada kasih sayangmu yang tak pernah hilang
Rindu pada lembutnya sentuhanmu padaku
Rindu pada jiwa dimana diriku dapat bersandar walau sejenak
Rindu pada lapangnya jiwamu mendengar keluh kesahku
Rindu pada tetes airmata bahagiamu
Rindu pada kesabaranmu menjalani hidup
Rindu pada kesederhanaanmu
Rindu pada ibadahmu yang tiada henti
Rindu pada kejujuranmu pada hidup & kehidupan
Rindu pada masakanmu
Rindu pada ocehan dan omelan sayangmu
Rindu pada tidur-tidur malam gelisahku
Rindu pada perhatianmu yang tulus tak berujung
Rindu pada semangat hidupmu
Rindu pada caramu melihat kehidupan
Rindu pada segala apa yang ada didalam dirimu
Aku rindu……………
(by ariewb)
Wednesday, May 21, 2008
Rinduu...^_^
( Senandung tercipta) :
Ibarat lama tidak berkunjung...
Rasa rindu yang membuncah datang lagi
Tuk sejenak melepas penatnya di belantara ini
Menoreh apa yang terlukis dalam kanvas lembar-lembar kisah hidup
Suka...duka...slalu datang silih berganti
Harapan itu masih ada...^_^
Yach, harapan untuk kembali mewarnai rumahku yg sederhana ini
dengan ramainya celoteh dari "keslengekan"diri yang tak kunjung terhenti
mencoba mencari kesejatian diri berbalut kesahajaan dan kerendahan hati dalam rengkuhan keagunganMu Robbi...
Mudahkan langkah ini...^_^
